Stay in The know

Skincare

Ahli Dermatologi Ungkapkan Penyebab Permasalahan Kulit Dalam Periode Menstruasi

Ahli Dermatologi Ungkapkan Penyebab Permasalahan Kulit Dalam Periode Menstruasi

Para ahli mengungkapkan penjelasan lebih lanjut mengenai perubahan hormon dan solusi mengatasi masalahnya. 

Sebagian besar wanita mengalami permasalahan kulit selama masa menstruasi. Umumnya, jerawat akan bermunculan jelang menstruasi datang. Joshue Zeichner, Ahli Dermatologi ternama dari rumah sakit Mount Sinai, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa hal itu merupakan efek samping dari perubahan hormon. Tidak hanya jerawat, perubahan hormon tersebut juga menyebabkan tingkat sensitivitas kulit serta produksi minyak bertambah.

Selain hormon progesterone dan estrogen, tubuh Anda juga memiliki hormon androgen, yang berkontribusi semasa periode menstruasi sekaligus berfluktuasi di setiap bulannya. Zeichner menjelaskan bahwa hormon tersebut mengalami pelonjakan 1-2 minggu sebelum menstruasi dan ikut menggeser perubahan pada kelenjar minyak dalam memproduksi sebum. Tak heran jika dalam periode tersebut, kulit terasa semakin berminyak dibandingkan hari biasanya. 


Saat produksi minyak meningkat, sel-sel kulit mati yang melapisi pori-pori bekerja lebih lambat. Akibatnya, sel tersebut menjadi sulit untuk beregenerasi, mengendap, dan menimbulkan komedo. Anda juga tentu mengetahui bahwa hal tersebut merupakan faktor utama penyebab jerawat, yang menjadi semakin buruk dalam periode menstruasi. Zeichner merekomendasikan untuk menggunakan pembersih wajah yang mengandung asam salisilat menjelang menstruasi.

Melissa Pilliang, Ahli Dermatologi dari Cleveland Clinic, Ohio, Amerika Serikat, menambahkan bahwa perubahan hormonal yang terjadi menjelang periode menstruasi juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan untuk menggunakan moisturizer dengan formula fragrance-free agar terhindar dari iritasi. Jangan lupa juga untuk selalu mengaplikasikan sunblock, karena periode ini memudahkan dampak buruk sinar ultraviolet merusak kulit Anda.


(Kissy Aprilia, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke